Batam, 30 Mei 2026 – SMAIT Ulil Albab Batam menggelar Seminar Peningkatan Kompetensi Efektif antara Sekolah, Orang Tua, dan Masyarakat dengan tema “Guru Sebagai Jembatan” – Membangun Kolaborasi antara Sekolah, Orang Tua, dan Masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAIT Ulil Albab Batam ini menghadirkan Ranny Daniel, S.Kom., M.M. (Coach Randan), Master of Trainer Rawit Academy, sebagai narasumber.

Seminar ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk memperkuat peran guru sebagai penghubung utama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik. Dalam pemaparannya, Coach Randan menegaskan bahwa anak saat ini hidup di tiga dunia utama, yaitu dunia sekolah, dunia rumah, serta dunia digital dan lingkungan pergaulan. Ketiga dunia tersebut harus berjalan secara selaras dan saling menguatkan. Ketidakselarasan nilai yang diterima anak dari ketiga lingkungan tersebut dapat menimbulkan kebingungan nilai dan berdampak pada proses pembentukan karakter anak.
Lebih lanjut, peserta seminar diajak memahami bahwa tantangan pendidikan masa kini tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di kelas, tetapi juga kemampuan guru dalam membangun hubungan yang baik dengan orang tua. Oleh karena itu, terdapat beberapa keterampilan yang perlu terus diasah oleh guru, antara lain komunikasi efektif, kemampuan berkolaborasi, membangun hubungan yang positif, serta memahami karakter dan latar belakang setiap orang tua peserta didik.

Dalam sesi diskusi, Coach Randan menekankan bahwa pendidikan anak bukan hanya tugas sekolah, melainkan perjalanan bersama antara guru dan orang tua. Ketika guru dan orang tua mampu membangun kepercayaan satu sama lain, anak akan mendapatkan dukungan yang lebih kuat untuk berkembang secara optimal, baik dalam aspek akademik maupun karakter.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah mengenai tantangan komunikasi antara sekolah dan orang tua. Banyak komunikasi yang sebenarnya memiliki tujuan baik, namun gagal mencapai hasil yang diharapkan karena terlalu berfokus pada masalah, kurang mendengarkan, menggunakan nada komunikasi yang kurang tepat, membuat asumsi tanpa klarifikasi, serta membiarkan emosi lebih dominan dibandingkan upaya mencari solusi.
Coach Randan menjelaskan bahwa sering kali persoalan bukan terletak pada isi pesan yang disampaikan, melainkan pada cara penyampaiannya. Kalimat yang sama dapat menghasilkan respons yang berbeda tergantung pilihan kata, nada, dan pendekatan yang digunakan. Oleh karena itu, kualitas komunikasi sangat menentukan kualitas hubungan antara sekolah dan orang tua.
“Komunikasi yang baik bukan tentang siapa yang benar, tetapi bagaimana kita dapat saling memahami,” ungkap Coach Randan. Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa tujuan utama komunikasi adalah membangun kesepahaman demi kepentingan terbaik bagi anak.
Selain itu, peserta juga diajak memahami bahwa tidak ada orang tua yang sama, sehingga pendekatan komunikasi yang digunakan pun tidak dapat diseragamkan. Guru perlu memiliki fleksibilitas dalam berkomunikasi dengan berbagai karakter orang tua agar tercipta hubungan yang harmonis dan produktif.

Melalui seminar ini, SMAIT Ulil Albab Batam berharap seluruh pendidik semakin memahami pentingnya peran guru sebagai jembatan yang menghubungkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan terjalinnya komunikasi yang efektif, kolaborasi yang kuat, serta kepercayaan yang terbangun antara guru dan orang tua, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh sesuai nilai-nilai Islam.
Seminar ini menjadi salah satu langkah nyata SMAIT Ulil Albab Batam dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat demi mewujudkan pendidikan yang lebih bermakna dan berkelanjutan.